Peluncuran iQoo Z10 Turbo Plus pada 7 Agustus 2025 di China tidak hanya sekadar memperkenalkan varian terbaru di lini Z10, tetapi juga memunculkan sinyal bahwa industri smartphone global sedang memasuki fase baru. Perangkat ini membawa kombinasi yang jarang ditemukan: baterai 8.000 mAh, spesifikasi kelas flagship, dan harga yang masih kompetitif.
Jika strategi pemasaran dan distribusinya tepat, iQoo Z10 Turbo Plus bisa memaksa kompetitor besar untuk menyesuaikan arah pengembangan produk mereka, terutama di segmen mid high performance.
Perubahan Fokus dari Sekadar Performa ke Daya Tahan
Selama beberapa tahun terakhir, tren di pasar smartphone berfokus pada peningkatan performa, kemampuan kamera, dan kecepatan refresh rate layar. Namun, daya tahan baterai sering kali menjadi titik lemah, bahkan di perangkat flagship.
iQoo Z10 Turbo Plus mematahkan tren tersebut dengan menghadirkan baterai jumbo 8.000 mAh tanpa membuat perangkat terasa terlalu tebal atau berat. Dengan bobot 212 gram dan ketebalan 8,16 mm, ponsel ini membuktikan bahwa kapasitas besar bisa hadir tanpa mengorbankan kenyamanan.
Dampak Terhadap Persaingan Global
Keputusan iQoo untuk mengutamakan daya tahan baterai dapat memicu perubahan strategi kompetitor seperti Xiaomi, Realme, Poco, bahkan Samsung. Produsen lain mungkin akan mulai mempertimbangkan baterai 7.000 hingga 8.000 mAh sebagai standar baru di segmen tertentu.
Hal ini juga bisa memengaruhi harga. Saat satu merek berhasil menghadirkan spesifikasi tinggi dan daya tahan luar biasa di harga sekitar Rp 5 juta hingga Rp 6 jutaan, pemain lain terpaksa mengikuti agar tidak kehilangan pangsa pasar.
Teknologi yang Mendukung Standar Baru
Selain baterai, iQoo Z10 Turbo Plus membekali dirinya dengan layar AMOLED 6,78 inci beresolusi 1,5K, refresh rate 144Hz, dan kecerahan puncak 5.500 nits. Kombinasi ini memastikan pengalaman visual terbaik untuk hiburan maupun gaming.
Chipset MediaTek Dimensity 9400 Plus yang dipadukan dengan RAM LPDDR5X hingga 16GB dan penyimpanan UFS 4.1 hingga 512GB memberikan performa yang setara dengan ponsel flagship papan atas. Skor AnTuTu mencapai 3,2 juta poin, menandakan kemampuannya menangani tugas berat dengan lancar.
Chip gaming Q2 dan sistem pendingin vapor chamber memastikan suhu perangkat tetap stabil, sebuah faktor penting dalam menjaga performa jangka panjang.
Relevansi di Pasar Berkembang
Pasar seperti Indonesia, India, dan negara-negara Afrika memiliki kebutuhan tinggi terhadap smartphone dengan daya tahan baterai panjang. Infrastruktur pengisian daya yang tidak merata di beberapa wilayah membuat ponsel seperti iQoo Z10 Turbo Plus menjadi sangat relevan.
Dengan harga mulai 2.299 yuan atau sekitar Rp 5,1 juta, perangkat ini bisa bersaing dengan kompetitor di segmen mid high performance. Keunggulan baterai besar dan fitur lengkap bisa menjadi alasan kuat bagi pengguna di pasar berkembang untuk beralih ke iQoo.
Strategi Pemasaran yang Akan Menentukan
Untuk benar-benar memengaruhi tren global, iQoo harus menyiapkan strategi pemasaran yang tepat. Promosi yang menonjolkan ketahanan baterai, performa gaming, dan desain premium bisa menjadi kunci menarik perhatian konsumen. Kerja sama dengan operator lokal, komunitas gaming, dan influencer teknologi juga bisa mempercepat adopsi perangkat ini di berbagai negara.
Kesimpulan
iQoo Z10 Turbo Plus adalah contoh nyata bahwa inovasi tidak selalu harus datang dalam bentuk kamera 200MP atau layar lipat. Menghadirkan keseimbangan antara daya tahan baterai, performa tinggi, dan harga terjangkau bisa menjadi formula baru yang mengubah arah industri.
Jika sukses di pasar global, peluncuran ini bisa memicu gelombang baru smartphone baterai jumbo, mendorong produsen lain untuk meninggalkan paradigma lama yang terlalu fokus pada performa semata tanpa mempertimbangkan ketahanan daya.
